Wed. Jun 3rd, 2020

Dampak COVID 19, Adira Memperpanjang Jangka Waktu Pembayaran

2 min read

Adira mengakui situasi saat ini sulit karena perusahaan memberikan bantuan kepada pelanggan.

Jakarta, Autos.id PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) masih mencatat konsumen yang akan mendapatkan relaksasi kredit karena virus Corona atau Covid-19. Direktur Pelaksana Adira Finance, Hafid Hadeli mengatakan bahwa pengumpulan data masih membutuhkan beberapa hari mendatang.

"Jadi relaksasi ini kami sedang dalam proses rekaman. Kita harus melihat apakah pelanggan ini sesuai dengan kriteria yang ada. Ini akan memakan waktu untuk sampai ke sana," kata Hafid saat konferensi pers melalui aplikasi Zoom, baru-baru ini.

Menanyakan berapa banyak pelanggan yang akan mendapatkan relaksasi, mereka tidak dapat menyebutkan. Untuk para supir ojek on line dan taksi on line, Adira Finance juga tidak bisa menyebutkan angka. Untuk menentukan konsumen mana yang bekerja supir ojek on line Adira Finance masih membutuhkan waktu agar data yang diperoleh lebih tepat.

"Berapa banyak? Kami tidak tahu sampai sekarang. Karena ketika mengajukan kredit profesional awalnya adalah sebagai pegawai informal atau pengusaha informal," kata Hafid.

Sementara itu, pada tanggal 31 Maret 2020, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ("Adira Finance" atau "Perusahaan") mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan sejumlah keputusan, termasuk yang berikut.

RUPST menyetujui Laporan Tahunan 2019 Perusahaan, ratifikasi Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun fiskal 2019 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota PwC & # 39; s jaringan global), dengan opini Audit yang Tidak Dimodifikasi, dan laporan pengawasan yang disetujui dari Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun fiskal 2019.

Selanjutnya, RUPS juga memutuskan untuk membayar dividen tunai sebesar Rp 1.054,5 miliar atau Rp 1.054,5 per saham, yang merupakan 50% dari Laba Bersih Perusahaan untuk tahun fiskal 2019. Pembayaran dividen ini akan dilakukan pada 30 April 2020. Adira Finance konsisten dalam memberikan penghargaan atas dukungan pemegang saham. RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp.11,1 miliar atau 1% dari laba bersih dan meningkatkan cadangan umum sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Selain itu, RUPS menyetujui pengunduran diri Willy Suwandi Dharma dari jabatannya sebagai Komisaris Perusahaan dan menunjuk Congsin Congcar sebagai anggota dari Komisaris Perusahaan, yang efektif setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatuhan dari FSA. Selain itu, Perusahaan juga menyetujui penunjukan dua direktur baru yaitu Harry Latif dan Jin Yoshida, yang efektif setelah lulus Tes Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK.

Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris / Dewan Komisaris

Komisaris Utama / Presiden Komisaris: Yasushi Itagaki *

Komisaris dan Komisaris Independen, merangkap sebagai Komisaris Independen: Djoko Sudyatmiko

Komisaris merangkap sebagai Komisaris / Komisaris Independen, merangkap sebagai Komisaris Independen: Krisna Wijaya

Komisaris / Komisaris: Eng Heng Nee Philip

Komisaris / Komisaris: Muliadi Rahardja

Komisaris / Komisaris: Congsin Congcar *

Akhirnya, Perusahaan juga melaporkan penggunaan dana dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan Adira Finance IV Tahap V Tahun 2019 senilai Rp 2.000 miliar, Obligasi Berkelanjutan Adira Finance IV Tahap IV Tahun 2019 sebesar 1.192 miliar dan Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 Adira Finance Obligasi Sukuk Berkelanjutan senilai Rp 96 miliar. Setelah biaya penerbitan, hasil dari penerbitan obligasi digunakan untuk mendanai pembiayaan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.